Sabtu, 17 September 2011

Hukum Menyembunyikan Ilmu Agama (Tafsir Al Baqarah 2: 159-160)

<Tafsir Ayat Ahkam Ash-Shabuni>
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan(yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilakanat;
Kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan mener angkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima tobatnya dan Akulah yang Maha menerima tobat lagi Maha Penyayang. (QS al- Baqarah 2: 159-160)

Sebab Turunnya

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan ihwal Ahli Kitab tatkala mereka ditanya tentang apa yang ada dalam kitab mereka tentang kenabian Nabi Muhammad saw, yang ternyata mereka menyembunyikannya dan tak mau memberitakannya karena rasa dengki dan marah. Imam as-Sayuthi meriwayatkan dalam kitabnya, ad-Durrul Mantsur dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Mu’adz bin Jabal dan sebagian sahabat bertanya kepada segolongan Pendeta Yahudi tentang sebagian isi Taurat, kemudian mereka menyembunyikannya dan menolak untuk memberitakannya, kemudian turunlah ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang Kami turunkan tentang keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk.78)

Tafsirnya
1.      
     Firman Allah “dalam al-Kitab” itu, yang dimaksud yaitu kitab-kitab yang diturunkan Allah untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Ada yang mengatakan, bahwa yang dimaksud yaitu Taurat dan Injil.
2.       Firman Allah Ulaaika yal’anuhumullaahu (mereka itu dilaknati oleh Allah), dengan isyarah jauh, adalah untuk menunjukkan buruknya amal perbuatan mereka dan ukuran jauhnya kedurhakaan dan pengrusakan yang mereka lakukan.79)
3.       Firman Allah wa yal’anuhumu al-laa’inuuna (dan dilaknati pula oleh semua makhluk yang bisa melaknat) itu, adalah salah satu bentuk “badi” yang disebut “jinas mughayir”, yaitu dua kata dalam rangkaian satu jumlah, yang satu isim sedang yang lain fi’il.
4.       Firman Allah “tawwab” dan “rahim” adalah bentuk mubalaghah, yang artinya “Dzat yang banyak menerima tobat hamba-Nya, lagi luas ampunan dan rahmat-Nya.”

Kandungan Hukum
1.       Apakah ayat ini khusus berkenaan dengan pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani saja?
Ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan ihwal Ahli Kitab dari pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani yang menyembunyikan sifat-sifat Nabi saw sebagaimana disebutkan dalam sebab turunnya ayat ini, tetapi lebih luas ayat ini mengena kepada setiap orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah, yang menyembunyikan hukum-hukum agama, karena yang terpakai sebagaimana dikatakan oleh ulama ushul adalah keumumam lafalnya, bukan kekhususan sebabnya. Sedang ayat-ayat ini bersifat umum, menggunakan sighat isim maushul (al-ladzina yaktumuuna = mereka yang menyembunyikan). Oleh karena itu menunjukkan arti umum.
Abu Hayyan berkata: Yang jelas, bahwa keumumam ayat ini tentang orang-orang yang menyembuyikan, tentang manusia dan tentang al-kitab, meskipun ayat ini diturunkan dengan sebab khusus, maka ia mengena kepada setiap orang yang menyembunyikan ilmu tentang Agama Allah, yang diperlukan untuk disebarkan dan disiarkan, ini ditafsirkan dari sabda Nabi saw:
“Barang siapa ditanya tentang suatu ilmu kemudian ia menyembunyikannya, maka ia pada Hari Kiamat nanti akan dikendalikan dengan kendali dari api nereka.80)

Sedang para Sahabat memahami ayat ini unutk arti umum, dan mereka orang-orang Arab yang fasih, yang menjadi pedoman umat dalam memahami al-Quranul karim sebagaimana dikatakan Abu Hurairah r.a. :
“Kalau seandainya tidak ada sebuah ayat dari Kitab Allah, tentu aku tidak akan menyampaikan kepada kalian sebuah hadits pun, kemudian ia membaca firman Allah “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk...dst.”

(bismillah)(kiri)
(bismillah)(kanan)

Artikel yang berkaitan



0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut