Senin, 03 Oktober 2011

Perbedaan Bunga dan Bagi Hasil

Islam mendorong praktik bagi hasil serta mengharamkan riba. Keduanya sama-sama memberi keuntungan bagi pemilik dana, namun keduanya mempunyai perbedaan yang sangat nyata. Perbedaan itu dapat dijelaskan dalam tabel berikut.

Tabel Perbedaan Antara Bunga dan Bagi Hasil
BUNGA
BAGI HASIL
  • Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung.
  • Penentuan besarnya rasio/nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi.
  • Besarnya persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan.
  •  Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh
  • Pembayaran bunga harus tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi.
  • Bagi hasil bergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. Bila usaha merugi, kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.
  • Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah jumlah keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedang “booming”
  • Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan.
  • Eksisitensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama, termasuk Islam
  • Tidak ada yang meragukan kebasahan bagi hasil

(bismillah)(kiri)
(bismillah)(kanan)

Artikel yang berkaitan



0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut